Picture
rumahtinggal pasantren cimahi
Rumah tinggal ini difungsikan pemilik sebagai rumah singgah, pemilik berkeinginan mempunyai rumah singgah jika sewaktu waktu keluarga berlibur ke Bandung, dengan luas tanah +/- 150 m2 dan luas bangunan sebesar 100 m2, yang berlokasi di gang buntu, lantai satu rumah ini terdiri dari, r tamu, dapur, ruang tidur, dan area terbuka dengan memanfaatkan space taman sebagai ruang sirkulasi udara.
 
jika anda akan membangun sebuah rumah tentunya bayangan anda adalah memiliki rumah yang nyaman, indah dan aman untuk ditempati. untuk mencapai keinginan tersebut tentunya diperlukan  jasa seorang arsitek. karena arsitek berkompeten dibidang tersebut.
kenapa diperlukan arsitek ?
 
Dak Keraton Bandung
Dak Keraton
Dak Keraton adalah Keramik Komposit Beton atau dalam istilah "Ceilling Brick", bahan dasar pembuatan Dak keraton ini adalah tanah liat seperti halnya keramik, diproses dengan sistem extrude sehingga berbentuk menyerupai kubus dengan rongga-rongga di bagian dalamnya.
Ukuran standar dari keraton ini adalah 25 x 20 x 10 cm Sesuai dengan Prinsip Bangunan Tahan Gempa (Diskusi Ir. Mans Gare dan Ir. Bambang Mursodo – 28/11/2000) sebagai berikut : 
  • Karena berat sendirinya kecil, maka beban lantai menjadi lebih ringan. Artinya : memperkecil gaya gempa bumi.
  • Bila mengalami keruntuhan, maka keruntuhan lantai tidak dalam lempengan – lempengan yang besar dan berat, akan tetapi dalam bentuk lempengan kecil yang tidak membahayakan penghuni.Telah melalui rangkaian Uji Kuat Tekan, Kuat Tarik, dan Berat Jenis yang dilakukan melalui Loading Test II No. LB / BPPU / 001 - 12 / IX / 9906.09.99


Kelebihan dan keuntungan menggunakan Dak Keraton
  1. Lebih ringan dengan bobot mati antara 180 Kg/m² - 225 Kg/m², sehingga mengurangi beban bangunan secara keseluruhan
  2. Dapat digunakan pada bangunan dua sampai dengan lima lantai.
  3. Lebih murah daripada plat beton biasa, dengan kekuatan setara.
  4. Lebih cepat pemasangannya, dan tidak membutuhkan banyak bekisting seperti pada cor beton konvensional.
  5. Ramah lingkungan dengan penggunaan kayu yang sangat sedikit.
  6. Pada saat pemasangan tidak menggangu lantai bawahnya, karena tidak memerlukan banyak bekisting seperti pada pengecoran lantai beton konvensional.
  7. Tidak memerlukan alat bantu seperti crane, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi.
  8. Berfungsi sebagai peredam suara dan panas.Sebagai elemen estetika, KERATON dapat di-ekspose untuk menimbulkan kesan natural pada interior rumah atau bangunan anda. 
 
Picture
The designers also exploit the meandering path to maintain a 1:12 gradient, making Forest Walk accessible to wheelchair-bound visitors and children in strollers. (Stairways along the path lead to the earth trail below, laid out in conjunction with the elevated walkway overhead.) As it progresses along its nearly mile-long expanse, the walk rises more than 200 feet from its starting point at the Alexandra Arch Bridge — which LOOK designed as a sweeping gateway into this sanctuary of calm repose. Forest Walk begins by traversing a low valley, and at certain points it reaches nearly 60 feet above grade. The walkway is hoisted into the air by steel columns measuring 8 inches in diameter at these extreme heights. For most of the walkway, where it rises only 20 to 25 feet off the ground, the columns average 6 inches in diameter.

 
Picture
Montblanc House was designed by Okazaki-based Studio Velocity and is located in a peaceful residential area in Japan. Even though the house was built on a tight site, surrounded by three other buildings, the architecture plan of the three-storey dwelling ensures “pockets of open space” and beautiful views of the nearby mountains. The home can be characterized by a strong indoor-outdoor connection achieved through asymmetrical voids in the walls which let in plenty of natural light. Seen on Designboom, Montblanc House features an eye-catching exterior design, due to its playful inclined roof, an intriguing architecture detail. The interiors are airy and spacious, enriched by a fresh small garden located on the first level, outdoor terraces and intriguing pieces of furniture. Simply delightful!

 
Picture
For the family living here, this house named the Adams Fleming Residence is the perfect place to display their fine collections of modernist furniture and contemporary art. Located in Toronto, Canada, the modern home used to be part of an industrial site, but the collaboration between the inhabitants and the designers from Levitt Goodman Architects turned the building into a fantastic up to date home, complete with an artistic character borrowed from the owners – a graphic designer and a furniture designer. The entertaining parts of the house – living room, kitchen and dining room – are completely open to the outside world and hide the more private rooms – bedroom and bathrooms. These last ones were raised on a platform that solves the problem of storage throughout the house. Another storey added to the building contains a studio space for work and where the inhabitants can also enjoy their common passion – music.  The outside space completes this home’s optimistic character: an outdoor dining room, a fountain plunge pool, a vegetable garden, a French-style orchard, and many native plants and grasses – all of these create the perfect balance between nature and human habitat. 

 
Picture
BANDUNG, Selama puluhan tahun, C.P. Wolff Schoemaker telah meraih nama besar dalam pembangunan kota Bandung. Arsitek Belanda dan guru besar arsitektur Technische Hogeschool Bandoeng (sekarang ITB-red) ini memiliki peran besar dalam perancangan masterplan kota Bandung kuno. Sejumlah bangunan tercatat sebagai karyanya, diantaranya Villa Isola, Gedung Merdeka dan Villa Merah ITB. Napak tilas karya-karya Schoemaker di Bandung disajikan oleh Kumiko HOMMA, mahasiswi program magister Arsitektur dari Jepang, bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa arsitektur ITB dalam seminar Jejak Karya C.P. Wolff Schoemaker di Bandung.

 
Picture
Konsep yang mempengaruhi bentuk Sintaks dalam denah rumah di Bali adalah : Rwa Bhinedha, Tri Hita Karana, Tri Angga, Catuspatha dan Sangamandala.

Konsep rwa bhinedha adalah konsep pandangan bahwa dunia ini terdiri atas dua hal yang berlawanan, seperti keberadaan purusha (kelaki-lakian) yang berlawanan dengan perdana (kewanitaan), siang dengan malam, dunia atas dengan dunia bawah, kebaikan dan kejahatan, dsb. Dua hal yang bertentangan ini tidak saling memusnahkan dan menghilangkan salah satunya, melainkan keduanya harus berjalan selaras dan seimbang. Konsep dasar ini dianalogikan juga dalam relasi antara bangunan rumah tinggal dengan manusia penghuninya, di mana bangunan dianggap sebagai makrokosmos, dan penghuni sebagai mikrokosmos. Karena itu, aturan-aturan atau konsep filosofis kehidupan, terutama tentang masalah keseimbangan, juga diterapkan dalam desain bangunan.